Pesan Pengusaha Arab: Lawan Pemerintah!

Judulnya ngeri banget! Lapak KainShofy.com alih profesi melawan pemerintah? Serius nih!

Kamis 14 September saya konsultasi dengan bidan karena HPL saya maju empat hari. Sebagai ibu hamil stres juga meski sudah ditenangkan oleh beberapa bidan teman melalui whatsapp. Saya diantar oleh suami yang langsung belanja Kopi Jahe lokal meninggalkan saya berdua dengan bu bidan.

Disinilah kisah Melawan Pemerintah bermula melalui lisan suami saat belanja kopi. Pemilik toko kopi lokal itu orang arab. Biasa orang arab kalau ngajak kenalan bertanya suku dan fam, “ente orang apa?”

“Saya orang Jawa,” jawab suami.
“Istri ente fam apa?” orang arab itu kembali tanya, hmmmm. Karena yang bertanya sudah tua mungkin umur 70 an suami menjawab, “Fam Royani.”
“Orang arab?”
“India Pakistan.”
“Kamu nanti bawa istrimu kemari, saya kenalkan dengan Surayah!.”

Setelah basa basi perkenalan suami disuruh ambil kursi, ia mulai serius. Jurus arab mulai ia keluarkan. Ia awali dengan kalimat tegas, Lawan pemerintah dengan kejujuran bukan kepintaran, tekuni usahamu pasti kamu berhasil!

Kakek itu bercerita bagaimana ia mulai membuka usaha kopi sejak tahun 1995 hingga sukses mendapat penghargaan dari Presiden SBY. Diminta sebagai parter Dinas Perindustrian Provinsi dan banyak kisah membanggakan lain yang kini ia wariskan pada Surayah, anak perempuannya.

Banyak kebijakan pemerintah yang tidak berkenan dalam hatinya. Mungkin karena pemerintah tidak berpihak pada rakyat miskin, tidak serius memperjuangkan UMKM, atau mungkin karena ia orang arab. Entahlah, suami kalau cerita juga setengah-setengah, yang diulang-ulang cuma Suraya, Suraya, Suraya!

Kami menjalankan beberapa bisnis, sementara ini menjual Pembalut Kain, produksi frozen food dan bakery. Sudah 3-4 tahun kami menggelutinya dengan berbagai pasang surut dan musibah yang biasa dialami oleh pelaku usaha.

Sudah berusaha jujur insya Allah cuma belum bisa sesukses kakek arab itu karena belum tekun. Masih malas dan cukup dengan yang ada. Bisa jadi juga belum berani lawan pemerintah, duh!