Meninggal 67 Tahun Lalu, Sel Penderita Kanker Serviks ini Tetap Hidup Sampai Sekarang

Di awal tahun 1951, Baltimorean Henrietta Lacks didiagnosa menderita kanker leher rahim atau yang biasa kita kenal dengan sebutan serviks. Pada bulan Februari di tahun yang sama, ahli biologi Otto Grey mengambil sampel sel sehat dan sel yang terinfeksi kanker dari leher rahim Henrietta untuk kemudian dikembangbiakkan.

Hal ini tanpa sepengetahuan Henrietta maupun keluarganya. Henrietta sendiri meninggal di akhir tahun 1951. Namun, Grey yang merahasiakan apa yang dilakukannya memberikan nama HeLa pada sel ini. Grei meng-klaim HeLa adalah singkatan dari nama Helen Lane atau Helen Larson.

Namun, kebohongan Grey ini akhirnya terungkap bahwa sebenarnya HeLa berasal dari Henrietta Lacks. HeLa menjadi salah satu sel yang paling banyak digunakan untuk riset. Setidaknya lebih dari 75.000 riset tercatat menggunakan sel ini. Sekitar 300 paper yang menggunakan sel HeLa dipublikasikan setiap bulannya. Sel HeLa kini dijual dengan harga 10.000 dolar Amerika per vial.

Artikel Terkait