Menentukan Kesucian Saat Siklus Haid Tiba-tiba Berubah

haid tidak teratur

Kadang wanita yang memiliki siklus haid teratur tiba-tiba mengalami perubahan dengan bertambah satu atau dua hari bahkan lebih. Siklus haidnya mengalami perubahan dari kebiasaannya. Dengan perubahan ini tentu harus mengetahui apakah dia sudah suci atau belum.

Kasus ini pernah ditanyakan oleh Syeikh Utsaimin mufti Arab Saudi dalam ebook 60 Pertanyaan dan Jawaban Ringkas Hukum Haid dan Nifas Dalam Shalat, Puasa, Haji dan Umrah dengan pertanyaan berikut:

Seorang wanita memiliki kebiasaan periode haid delapan atau tujuh hari. Suatu ketika haidnya bertambah dua atau lebih apakah hukumnya?

Pertanyaan tersebut beliau jawab:

Jika kebiasaan periodenya enam atau tujuh hari lalu suatu ketika menjadi lebih lama menjadi delapan, sembilan, sepuluh atau sebelas hari, maka dia masih haid dan tidak boleh shalat sampai suci. Hal ini karena Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tidak pernah memberi batasan lama haid. 

Allah telah berfirman:

ويسألونك عن المحيض ۖ قل هو أذى

”Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran”.

Selama darah haid itu tetap keluar, wanita tetap masih haid sampai ia suci dan mandi besar lalu shalat. Kemudian pada periode bulan berikutnya ia mendapati hari haidnya lebih sedikit dari bulan sebelumnya. Maka ia mandi saat menjumpai telah suci meski tidak sesuai dengan kebiasaan sebelumnya. 

Saya garis bawahi, wanita saat masih menjumpai darah haid ia tidak boleh shalat walau periode haidnya tidak sesuai dengan kebiasaan. Bisa lebih lama atau lebih pendek. Jika telah suci harus shalat.