Kami Selamat dari Gempa dan Likuifaksi Palu Sigi

Alhamdulillah, puji syukur tak terkira dan terus kami basahi lisan kami dengannya, Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan kami dari ujian gempa bumi yang diikuti dengan ujian tsunami dan likuifaksi di Palu-Sigi-Donggala Sulawesi Tengah. Selama ini kami mukim di Kabupaten Sigi Sulteng dan menjual pembalut kain shofy secara online dari tempat kami.

 

Setelah 30 hari pasca gempa, kami baru dapat update status ini setelah mengungsi ke Pulau Jawa. Di Sigi, rumah kami hanya berjarak 10 menit dari Petobo, 20 menit dari Jono Oge yang keduanya hilang ditelan bumi. Dari pantai Talise pusat tsunami berjarak 20 menit. Alhamdulillah kami dan seluruh keluarga selamat meskipun rumah sudah miring, lantai bergelombang dan di beberapa bagian turun tanah serta pagar roboh.

 

Pasca gempa, kami sempat terisolir selama empat hari dan hanya tidur di beralas seadanya beratapkan langit. Malam ke empat kami kehabisan beras dan qadarah pagi harinya dapat tumpangan mengungsi ke Kabupaten Poso, 250 km dari Palu untuk mencari penanganan medis bayi kami yang sakit THT. Setelah itu kami balik lagi ke Palu untuk antri tiket pesawat ke Jawa yang mahalnya masya Allah. Setelah 18 hari bada gempa, kami baru bisa terbang sampai ke Jawa dan alhamdulillah. 

 

Hari ini, kami membuka kembali toko online pembalut kain kami dari Solo, sedangkan kantor penjualan Palu kami tutup. Order sebelum gempa yang belum sampai hingga saat ini akan kami return. Terima kasih telah percaya dengan kami.

 

* Foto: Putri kami Aina Mardhiyah saat perjalanan mengungsi melalui Pelabuhan Wani. Tampak kapal besar tersapu tsunami hingga ke daratan.