Fakta Penting Haid Tidak Teratur

Haid tidak teratur

Siklus haid itu tidak seperti detak jarum jam yang selalu berputar teratur. Sebagian wanita menjumpai haidnya sesuai dengan jadwal setiap 28 hari sekali, tapi banyak juga yang tidak bisa diprediksi.

Dengan siklus haid yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi ibu cenderung sehat dan tak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haidnya teratur.

Sehingga, dengan siklus normal ini, ibu akan lebih mudah mendapatkan kehamilan, menata rutinitas, menghitung masa subur, dan ibadah.

Pada kenyataannya, tak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak di antara mereka yang siklus haidnya tidak teratur, yakni siklusnya tidak memiliki pola tertentu.

Mungkin pada awalnya siklus haid lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan haid di luar siklus haid normal.

Misal, siklusnya semula 35-40 hari tetapi bulan berikutnya bisa tidak haid selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami haid lebih dari sekali.

Contoh, bulan ini haid terjadi tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus pendek.

Haid yang tidak teratur inilah yang seringkali membuat wanita dibuat repot dan cemas atas kesehatannya. Termasuk kesulitan menentukan kapan waktu suci agar dapat shalat, puasa dan ibadah lainnya.

Penelitian Amy Autry, Profesor klinis kebidanan-ginekologi dan ilmu reproduksi di University of California, San Francisco mengatakan; 30 persen wanita masa subur mengalami haid tidak teratur. Jumlah yang fantastis.

Jadi jika anda mengalami haid tidak teratur, anda tidak sendiri. Banyak wanita seperti anda yang memerlukan informasi valid dan lengkap seputar persoalan tersebut. Karena alasan itu artikel ini saya buat.

Kapan Haid disebut Tidak Teratur?

Siklus haid normal berlangsung selama 28 hari plus minus 7 hari. Dengan kata lain 21 sampai 35 hari. Kurang dari 21 hari bisa disebut haid anda tidak normal.

Ada beberapa indikasi lain saat haid disebut tidak normal, yaitu:

  • Siklus periode haid selalu berubah-ubah.
  • Lama hari haid tiap bulan bervariasi secara signifikan.
  • Volume darah anda tidak menentu kadang banyak atau sedikit.

Dr Autry memberikan sebuah rumus mengetahui periode haid anda teratur atau tidak dengan cara berikut;

Hitung hari terakhir anda haid sampai mulai haid periode berikutnya, catat. Lakukan penghitungan ini selama tiga bulan berturut-turut.

Jika jumlah hari antara selesai haid dan mulai haid periode berikutnya berbeda setiap bulan secara signifikan, haid anda berarti tidak teratur.

Jadi untuk menghitung siklus haid, paling baik menggunakan kalender. Lalu lakukan penghitungan selama 3 bulan berturut-turut.

Prosesnya sebagai berikut:

  1. Membuat catatan tanggal haid dengan kalender. Tandai mulai haid dan selesai haid.
  2. Menghitung siklus haid dari periode ke periode selanjutnya.

Saya berikan contoh siklus haid anda 25 hari.

  • Bulan 1: Tanggal 1 juli anda mulai haid. Kemudian terjadi haid lagi pada 26 juli.
  • Bulan 2: Berarti haid berikutnya kemungkinan akan terjadi pada tanggal 20 agustus.
  • Bulan 3: Haid berikutnya terjadi pada 14 september.

Kalender haidnya seperti grafis berikut:

Kalender haid

 

Namun kadang tidak selalu tepat waktu. Kadang maju dan kadang mundur. Jika mengalami haid acak seperti ini belum tentu haid anda tidak teratur.

Gunakan rumus dibawah untuk mengetahui haid anda teratur atau tidak:

RUMUS RATA-RATA SIKLUS HAID = 21 s/d 35 hari

Maka, seandaianya:

  • Bulan 1 siklusnya 25 hari, maka ini siklus normal.
  • Lalu bulan 2 siklusnya 19 hari maka ini siklus tidak normal.
  • Periode bulan 3 mempunyai siklus 15, ini juga tidak normal.
  • Bulan berikutnya siklusnya 20 hari, tidak normal.

Disimpulkan dari keterangan diatas

  1. Periode haid 1 = 25 hari (NORMAL)
  2. Periode haid 2 = 19 hari (TIDAK NORMAL)
  3. Periode haid 3 = 15 hari (TIDAK NORMAL)
  4. Periode haid 4 = 20 hari (TIDAK NORMAL)

Dilihat contoh kasus diatas, dalam 3 periode siklus mengalami rentang waktu yang tidak normal.

Kalau hanya kejadian selang-seling periode 1 normal, periode 2 tidak normal dan periode 2 normal kembali itu tidak apa apa. Biasanya cuma masalah faktor ketidak seimbangan hormonal, beban pikiran atau karena masalah keletihan yang berlebihan. Namanya ketidakteraturan jangka pendek yang saya jelaskan lebih lanjut berikut ini.

Katagori Haid Tidak Teratur

Ada dua katagori dalam masalah ini:

Ketidakteraturan Jangka Panjang

Katagori ini ditunjukkan dengan siklus haid yang bervariasi lamanya dari bulan ke bulan dengan pengalaman berbagai gejala tidak normal. Misalnya pendarahan yang berlebihan atau tidak mendapati haid selama berbulan-bulan.

Ketidakteraturan Jangka Pendek atau Sewaktu-waktu

Haid normal kemudian sewaktu-waktu diselingi dengan haid seperti indikasi diatas. Umumnya terjadi secara sporadis. Hanya sekali-kali saja.

Kasus ini tidak perlu membuat anda risau kecuali bila mengalami rasa sakit hebat atau anda merasa ada yang salah pada tubuh anda.

Perlu diperhatikan, tidak selamanya telat haid mengindikasikan haid tidak teratur. Bisa juga menandakan kehamilan, alangkah baiknya melakukan tes hamil.

Medis kemudian memerinci dua katagori haid di atas menjadi lima tipe haid tidak lancar yaitu, metrorrhagia, Oligomenorea, menometrorrhagia, amenore, dan polimenorea

  • Metrorrhagia adalah haid yang tidak teratur, namun menstruasi rutin terjadi.
  • Oligomenorea adalah kondisi ketika siklus haid terjadi lebih dari 35 hari, sehingga dalam kurun waktu setahun, haid bisa terjadi hanya sekitar 6-8 kali.
  • Amenore adalah kondisi ketika haid Anda berhenti selama 3 bulan lebih.
  • Menometrorrhagia, merupakan pendarahan haid yang berlangsung lebih lama dan volume darah lebih banyak tapi rutin terjadi.
  • Polimenorea kelainan siklus haid yang menyebabkan wanita berkali-kali satu bulan.

Cara Tubuh Memberitahu Kita

Setiap wanita hampir pasti mengalami suatu masa haid tidak teratur dalam seluruh periodenya. Haid menjadi lebih panjang atau sebaliknya, pendek. Dalam banyak kasus, tidak berbahaya.

Namun, penanganan kasus dengan siklus haid yang tidak normal, tak berdasarkan kepada panjang atau pendeknya sebuah siklus haid, melainkan berdasarkan kelainan yang dijumpai.

Dengan mengenali kelainan tersebut, anda dapat membaca pesan apa yang ingin disampaikan tubuh pada anda.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan haid anda tidak teratur, diantaranya:

Penyebab Haid Tidak Teratur

1. Stres

Saat anda mengalami ketidakteraturan haid, bisa jadi tubuh anda mencoba memberitahu anda sedang stres.

Stres adalah penyebab paling umum haid tidak teratur. Alasannya; Kortisol, hormon stres, memiliki dampak langsung pada seberapa banyak hormon seks estrogen dan progesteron diproduksi oleh tubuh.

Bila anda memiliki terlalu banyak kortisol dalam darah, waktu dan periode haid bisa berubah. Jadilah haid anda tidak teratur akibat peningkatan hormon kortisol.

Stres bisa juga menyebabkan anda mudah lelah dan berat badan turun drastis sehingga hormon terganggu.

2. Kelainan Sistemik

Naiknya berat badan atau penurunan yang signifikan akan memicu tubuh menghasilkan tingkat hormon tertentu. Akhirnya periode ovulasi juga bergeser.

Tubuh memerlukan presentase lemak 17 - 22 persen untuk mempertahankan siklus haid teratur. Presentase lemak melebihi atau kurang dari itu akan membuat haid anda menjadi tidak teratur.

Untuk mengatasi problem gemuk atau kurus sehingga sistem metabolismenya membaik adalah dengan mengatur pola makan yang tepat. Anda bisa melakukan diet dengan panduan dari seorang ahli supaya asupan yang masuk sesuai dengan kebutuhan tubuh.

3. Aktivitas Berlebihan

Tubuh juga memerlukan energi untuk haid. Saat tubuh kehilangan energi untuk haid, haid akan mundur dari jadwal seharusnya sampai tubuh memiliki energi kembali.

Olah raga berat atau pekerjaan fisik yang menguras energi menjadi salah satu penyebab haid tidak teratur.

Tubuh memiliki hormon Leptin yang diproduksi dijaringan lemak. Turunnya berat badan secara tiba-tiba akibat kerja fisik berat membuat hormon Leptin berkurang secara signifikan lalu mempengaruhi siklus haid wanita.

4. Pil KB

Saat anda memakai pil KB, tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan dosis hormon pil KB yang diberikan. Efek sampingnya, haid menjadi tidak teratur.

Bila penggunaan pil KB ini dihentikan butuh beberapa waktu untuk mengembalikan ke siklus haid yang normal. Biasanya perlu 1 sampai 3 bulan.

Penggunaan kontrasepsi lain seperti KB suntik, UID (spiral) atau KB hormonal lain juga bisa menyebabkan haid tidak teratur.

5. Perimenopause

Siklus yang tidak teratur juga terjadi pada periode perimenopause, yaitu periode transisi dimana seorang wanita akan memasuki masa menopause.

Perubahan dalam siklus ini biasanya dapat diterima dan tidak memerlukan pengobatan kecuali jika ada pendarahan berat.

Perimenopouse biasanya mulai terjadi saat wanita memasuki usia 40 tahunan atau pertengahan 30 tahunan.

Menurut penelitian, sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya pada fase ini.

6. Konsumsi obat

Sebagian besar obat-obatan kimia dapat mengganggu produksi hormon estrogen dan progesteron. Akibatnya haid menjadi tidak normal.

Diantara obat tersebut seperti aspirin, Coumadin, ibuprofen dan naproxen, Depo-Provera, Nexplanon atau Implanon, dan obat tiroid.

7. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Adalah kumpulan gejala yang disebabkan oleh kista kecil di dalam indung telur. Keberadaan kista ini membuat hormon menjadi tidak seimbang.

Kondisi itu membuat wanita menghasilkan surplus androgen yang menyebabkan ovulasi yang tidak teratur atau bahkan kurangnya ovulasi.

Karena masalah dengan ovulasi, wanita dengan PCOS mungkin mengalami kesulitan hamil.

8. Kelenjar gondok

Pada bagian leher anda terdapat kelenjar tiroid atau gondok yang memproduksi hormon yang dapat mengatur metabolisme tubuh. Jika tiroid anda bermasalah atau mengalami gangguan, kadang-kadang menjadi penyebab tidak teraturnya siklus haid.

Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid).

Terapi

Dalam banyak kasus haid tidak teratur tidak menimbulkan bahaya, namun sebaiknya perlu perhatian medis untuk evaluasi PCOS.

PCOS mempengaruhi 10 persen dari wanita usia reproduksi.

Biasanya terapi masalah ini dalam hal berikut:

  • Mengobati penyakit yang terindikasi medis.
  • Mengganti KB.
  • Mengubah gaya hidup.
  • Terapi hormon.

1. Medis

Biasanya, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon dan fungsi tiroid. Penyakit lain yang berhubungan dengan haid tidak teratur juga akan didiagnosis.

Dokter hanya akan memeriksa berdasarkan tanda-tanda dan gejala fisik serta tes darah, USG tidak berguna untuk melakukan diagnosis PCOS.

Tidak ada obat khusus untuk PCOS. Pengobatan tergantung pada tanda-tanda dan gejala tertentu pada pasien, serta tujuan-tujuannya.

Pilihan pengobatan termasuk:

  • Pil KB bagi wanita yang belum siap untuk hamil sebagai cara untuk menggantikan progesteron, mendorong siklus yang normal, dan menurunkan tingkat androgen.

  • Jika seorang wanita ingin hamil, pengobatan ditujukan untuk mendorong ovulasi yang teratur.

  • Untuk wanita dengan PCOS dan resistensi insulin, obat-obatan (seperti metformin) untuk meningkatkan sensitivitas insulin mungkin berguna.

2. Mengubah KB.

Jika anda memiliki menstruasi yang tidak teratur setelah tiga bulan KB hormonal, dokter dapat merekomendasikan jenis kontrol kelahiran lain.

Beberapa wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur saat menggunakan Nexplanon, DepoProvera, atau IUD.

3. Mengubah Gaya Hidup.

Jika anda memiliki aktivitas yang terlalu menguras energi seperti terlalu banyak berolahraga, kurangi frekuensinya untuk membantu menormalkan periode haid.

Kadang perubahan gaya hidup juga menimbulkan stress, akibatnya haid menjadi tidak teratur. Teknik relaksasi dan konseling dapat membantu menormalkan kembali.

Kalau anda melakukan diet, lakukan sesuai petunjuk ahli. Diet tanpa kontrol bisa membuat haid tidak teratur.

4. Terapi Hormon

Haid terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di di kelenjar hipofisa di otak. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis mempengaruhi siklus haid.

Jika terdapat kekurangan hormon, maka dapat ditambahkan hormon yang kurang tersebut. Kekurangan hormon estrogen, maka dapat ditambahkan hormon estrogen.

Jika terdapat hormon yang berlebih, maka dilakukan pemberian obat tertentu sehingga kadar hormon kembali normal. Jika terdapat hormon yang tidak seimbang, maka ditambahkan hormon lain agar lebih seimbang.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Tidak perlu panik saat haid anda tidak teratur. Kecuali bila anda merasa ada yang salah pada tubuh anda.

Setelah memprediksi dari tanda-tanda fisik anda, pertimbangkan menghubungi dokter bila terdapat gejala berikut:

  • Anda lewatkan tiga atau lebih periode dalam satu tahun.
  • Anda sering mendapatkan periode haid lebih lama dari 21 hari.
  • Anda jarang mendapatkan periode haid daripada setiap 35 hari.
  • Pendarahan berat yang tidak seperti biasanya, atau
  • Sakit berlebihan yang tidak seperti biasanya.
Share page with AddThis