Awas! Penipuan Mencatut Official Marketing Pembalut Kain Shofy

Bisnis tidak lepas dari orang-orang yang meluap ambisinya namun tidak memiliki nyali bertarung. Jalan berpikir tipe orang seperti ini hanya ingin bagaimana secepatnya dapat uang, apapun dan bagaimanapun cara. Ia memilih dengan trik amoral dan tanpa belajar.

Dua tahun saya merintis usaha sebagai distributor Pembalut Kain. Mulai dari mencari pembeli hingga sampai pada tahapan dicari pembeli. Dari tidak laku, mulai laku, laku keras, pembeli lari dan menolak pembeli pernah saya alami. Rugi sudah biasa, tapi akan tergantikan dengan keuntungan dalam transaksi berikutnya.

Satu hal dalam pertarungan bisnis ini, saya berusaha selalu jujur. Kadang, dengan keterbukaan ini prospek pembeli saya banting setir ke lain hati. Tentunya mencari harga yang jauh lebih murah.

Itu salah satu bentuk kerugian karena jujur. Tapi sedari awal, tujuan bisnis saya bukan hanya menjual produk, tapi layanan dan persahabatan. Saya sedang merintis sebuah sistem bisnis, mempelajarinya untuk dikembangkan. Ini yang tidak banyak orang tahu.

Tatkala saya berusaha untuk semua itu, tiba-tiba datang penipu yang menawarkan keuntungan berlipat bagi saya. Padahal hakikatnya ia ingin menghancurkan. Membenamkan saya dalam lumpur Lapindo.

Melalui Whatsapp, orang yang menginginkan cepat sukses tersebut menawarkan produk Shofy dengan harga sangat murah. Bahkan tidak masuk dihitungan saya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Official Marketing Shofy dan sekuat tenaga meyakinkan saya.

Penipu

 

Dia juga berani kirim barang dimuka. Kirim barang dulu baru transfer. Disinilah saya mengetahui ambisi negatifnya.

Dalam pembicaraan, dia selalu berusaha menekan saya untuk order. Selama sekitar 3 harian chating, kalimat yang paling banyak ditulisnya kapan order!. Ciri orang yang baru terjun bebas ke dunia marketing online.

Saat saya berusaha untuk membongkar identitasnya, dia selalu menghindar dan balik menekan kapan order. Saya sudah konfirmasi dengan pemilik Shofy yang menegaskan tidak memperkerjakan tim marketing.

Penipu

Akhirnya dengan sebuah trik, dia menyerahkan nama dan nomor rekening. Dengan rekening tersebut saya bisa mengetahui siapa orang tersebut. Ternyata salah satu karyawan Shofy yang memiliki prestasi buruk. Ck..ck..ck..

Percakapan berlanjut…

Saya sekarang sudah merebut inisiatif, diawal dia mungkin tahu saya. Sekarang saya tahu dia tanpa ia sadari.

Saat saya sebut sebuah nama yaitu owner Shofy, dia sekuat tenaga mengaku tidak kenal. Coba baca percakapan saya yang lucu ini:

 

20/08/16, 18.21 - ‪PENIPU: Jadi mau order kpn mbak?
20/08/16, 18.21 - ‪PENIPU‬: Ngk dibatasi yg penting pesan dulu
20/08/16, 18.32 - Halida Safira Istianah: nanti sy pamitan sm mba $$$$ dl kl boleh
20/08/16, 18.34 - ‪PENIPU: Mbk $$$$ tu siapa?
20/08/16, 18.43 - Halida Safira Istianah: Suaminya mas $$$$ gang $$$$. Mosok tdk kenal?
20/08/16, 18.49 - ‪ ‪PENIPU: Silahkan
20/08/16, 18.51 - Halida Safira Istianah: Itulah, marketing shofy mosok tdk tau siapa nama bosnya. Kan ga lucu

 

Penipu itu dengan malu-malu akhirnya mengakui kalau dia kenal dengan owner Shofy. Segera saya sambung sindiran dengan “ga lucu”.

Tapi, saya dibuatnya makin heran. Karena si penipu memang tidak tahu malu. Masih tetap kuekueh mengaku sebagai official marketing Shofy.

Di titik ini pikiran saya berputar berusaha untuk menalar. Saya yang bodoh atau terlelap dalam mimpi. Benarkah di dunia ini ada orang yang benar-benar tidak tahu malu meski kebohongannya terbongkar nyata. La haula wala quwata illa billah.

Simak percakapan lanjutan saya dengannya:

 

20/08/16, 18.52 - PENIPU‬: anda ambil langsung dari bu $$$$ ato siapa?
20/08/16, 18.55 - ‪PENIPU‬: Saya marketingnya
20/08/16, 19.39 - Halida Safira Istianah: Masih ngaku marketing shofy terus ya. Udahlah kasian mba wikanya

 

Masih tetap ngeyel ngaku sebagai marketing Shofy. Super sekali!

 

Penipu

 

Saya sadar yang saya hadapi ini manusia super dalam sisi negatif untuk saya. Meski saya rugi waktu melayani chat chit nya, sebagai muslimah saya punya kewajiban menasehatinya.

 

20/08/16, 19.43 - Halida Safira Istianah: Bukan akhlak yg baik anda potong usaha saudara anda sendiri. Insya Allah kl kt saling bantu dg sesama lbh barakah

 

Itulah akhirul kalam percakapan saya dengannya. Setelah itu saya tidak menyediakan waktu meladeni bualannya. Entah sudah berapa banyak korban yang ia tipu, karena penipu sekali ia menipu akan kembali menipu.

Artikel Terkait