5 Alasan Cerdas Beralih ke Pembalut Cuci Ulang

Pembalut cuci ulang

Beralih memakai pembalut cuci ulang kadang tidak mudah bagi sebagian wanita. Biasanya sih karena membayangkan risih mencuci, menyetrika dan menjemurnya. Repot dan tidak praktis. Perlu alasan logis dan cerdas agar bisa beralih ke pembalut cuci ulang.

Coba baca tulisan saya ini, semoga menjadi pertimbangan mengapa kesehatan, menjaga lingkungan, penghematan keuangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan menjadi sarana anda mencoba pembalut kain.

1. Anda akan Mengurangi Resiko Terkena Alergi, Iritasi dan Infeksi.

Wanita penderita alergi memiliki bakat sensitif terhadap zat-zat kimia yang terkandung pada pembalut. Saat pembalut menempel pada kulitnya, tubuhnya bereaksi dengan meningkatkan sel-sel imun sehingga memunculkan rasa gatal.

Selain alergi, keluhan terbanyak pemakaian pembalut disebabkan iritasi atau dermatitis kontak iritan (DKI). Dermatitis sendiri artinya peradangan pada kulit.

Terkadang pula, rasa gatal dan pedih di daerah kemaluan disebabkan oleh infeksi jamur. Biasanya menjelang haid daerah kamaluan menjadi lembab memungkinkan suburnya pertumbuhan jamur. Gatal ini bertambah parah saat berinteraksi dengan zat kimia pembalut.

Ketiga rasa gatal dan pedih di sekitar vagina tersebut bagi awam sulit dibedakan penyababnya. Bisa jadi karena alergi, iritasi atau infeksi jamur.

dr. Susmeiati H. Sabardi, Sp.KK dari bagian kulit dan kelamin, RSAB Harapan Kita, Jakarta mengkritisi zat-zat yang terkandung dalam pembalut.

Zat-zat yang dikandung pembalut, seperti pewangi, pewarna, bahan perekat, pengawet, pelembut dan sebagainya bisa menimbulkan efek negatif pada tubuh. Sebab, tidak semua wanita bisa tahan zat-zat tersebut. Bagi wanita yang berbakat alergi, pewangi pada pembalut dapat menjadi salah satu sumber alergi maupun iritasi yang paling banyak ditemukan itu.

Pada beberapa kasus, wanita tidak memiliki keluhan apapun dengan pembalut. Namun tiba-tiba timbul keluhan gatal dan pedih saat memakainya. Ini karena tubuh melewati beberapa fase sebelum akhirnya mengenalinya sebagai alergi. Sehingga langsung bereaksi saat terpapar zat pembalut.

Resiko ini akan berkurang saat anda meninggalkan pembalut sekali pakai. Buktikan deh.

2. Pembalut Kain Jauh Lebih Sehat

Biasanya pembalut dibuat dengan kombinasi plastik, kapas, serat sintetis dan pulp kayu. Bahan-bahan ini kemudian diputihkan dengan gas klorin atau klorin diaksoda.

Pemutihan dengan Klorin diaksoda dipercaya lebih aman dari gas klorin. Meski demikian pasti menyisakan residu-residu kimiawi yang beresiko saat bersentuhan dengan kemaluan. Apalagi pemakaian jangka panjang.

Penjelasan proses pemutihan menggunakan metode gas klorin atau klorin diaksoda bisa anda baca disini.

Bahan kimia residu pemutihan tersebut bisa menimbulkan gatal dan pedih yang muncul dari gejala:

  • Alergi
  • Iritasi
  • Infeksi

Itu baru minimal. Pemakaian jangka panjang bisa menimbulkan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya seperti keputihan yang parah.

Setiap 1 jam, seorang wanita di Indonesia meninggal akibat serviks. Penyakit ini merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita Indonesia.

Menurut beberapa kalangan, mereka menuduh pembalut sebagai pemicu serviks. Meski masih kontroversi, bukankah lebih baik kita mencari solusi aman dengan menggunakan pembalut cuci ulang?

3. Pembalut Cuci Ulang Menghemat Uang

Bila alasan kesehatan tidak menggoyahkan prinsip anda, ada baiknya menghitung berapa besar penghematan yang bisa anda lakukan. Pembalut kain jauh lebih hemat lho.

Kain serbet saya yang berusia 6 tahun masih kuat dan bisa dipakai. Meski warnanya sudah pudar dan bisa dibilang mirip gombal. Tapi masih bisa berfungsi.

Seperti itu juga pembalut kain. Anda beli sekali dan bisa dipakai selama setahun atau lebih. Pembelian awal memang terkesan mahal.

Tapi coba kalkulasikan dengan pembalut sekali pakai. Anda harus menggantinya 2 jam sekali. Dengan kata lain, produsen memaksa anda membeli produk mereka sebanyak-banyaknya. Pada akhirnya berakhir di tong sampah menjadi limbah.

4. Turut Menyelamatkan Bumi

Pembalut terbuat dari limbah dan berakhir menjadi limbah yang lebih berbahaya. Kandungan kombinasi plastik, serat sintetis, kapas dan pulp kayu membuatnya sangat sulit terurai.

Dibutuhkan 500 tahun supaya limbah pembalut terurai. Diperkirakan terdapat 2 milyar limbah pembalut di muka bumi ini. Tentu memiliki dampak negatif luar biasa pada lingkungan terutama air dan tanah.

Sungai, biasanya menjadi tempat pembuangan pembalut. Sehingga pemandangan sungai yang sudah keruh, tercemar menjadi lebih menjijikan saat terdapat banyak sampah pembalut.

Sungai menjadi tempat pembuangan pembalut

Bayangkan saja kalau misalnya rata-rata selama satu bulan seorang wanita membuang sampah pembalut sebanyak 4 lembar per hari. Maka selama sepakan ia membuang 20 sampah pembalut.

Dikalikan dengan jumlah wanita di Indonesia saat ini kurang lebih 118.048.783 juta jiwa hasilnya 2.360.975.660 lembar sampah pembalut tiap bulan atau 78.699.188 lembar tiap hari setara dengan 26 ton!

Keputusan beralih ke pembalut kain, tentu turut menyelamatkan bumi kita dari limbah pembalut. Yuk mulai peduli.

5. Anda Menjadi Pendukung UKM

Perusahaan-perusahaan raksasa pembuat pembalut yang tidak memiliki wajah tentu saja tidak peduli dengan kesehatan anda. Dalam benak mereka hanya profit sebesar-besarnya dengan biaya produksi sekecil mungkin.

Lain bila anda membeli pembalut kain. Anda akan menjadi pahlawan karena turut mendukung UKM sebagai benteng ketahanan ekonomi nasional. Seperti pembalut kain Shofy, asli usaha kecil milik rakyat Indonesia untuk wanita Indonesia.

Penjahit pembalut kain Shofy

Artikel Terkait